Archive for April, 2006

Dahaga Si Kembara

April 12, 2006
src=\”https://jjswam.files.wordpress.com/2009/05/1144874646-hr-55.jpg\”

pengembara itu melewati
ruang taman
dihias kuntum mekar..

mungkinkah di taman ini
kan menanti setitis madu
penghilang dahaga ?

lantas,
bergema ketar lidah
yang telah lama kelu itu 
melontar salam memohon restu

lega tagih si pengembara
bila terdengar
bisikan alun suara merdu
mendendangiring sepoi bayu

suara merdu sekuntum mekar kah itu ?
debar si pengembara, pelarian bumi gersang, 
yang lama kekeringan keringat

pengembara mengatur langkah berani
membolos nekad menghurai misteri
tercari-cari..
arahdatang alunan merdu

tapi jangkau pengembara tidak kecapaian
sekuntum mekar beralun merdu
hanya megah menarikan lagu
nun.. di puncak sayu..

aku kehausan lagi…(katanya)
sekadar menyaksi redup bayang
sekuntum mekar beralun merdu itu
berarak bersama awan lalu
mengungkap guris rindu

Advertisements

Kembalikan Waktu Itu

April 12, 2006
src=\”https://jjswam.files.wordpress.com/2009/05/1144872049-hr-46.jpg\”

tidak lama dulu
dari hujung sudut entah di mana
ada lambaian sebuah citra
menjalin ikatan yang tak mungkin lerai
mewarna hitam hitam kehidupan

pantasnya
hari dan minggu berlalu
menghidanghitung masa yang cemburu
yang datang setelah diduga
merubah sikap merubah selera

kini…
aku menghimbau kenangan

kalaulah..
dapat ku tebus masa itu..

Pasal Apa

April 12, 2006
src=\”https://jjswam.files.wordpress.com/2009/05/1144870508-hr-44.jpg\”

tatkala aku menyaksikan
kemesraan
antara kau dan dia
alangkah indah
andai aku di tempatnya
namun
bahgia yg terlukis di wajahmu
membuat aku
merenung sejenak
bertanya

mengapa igauan ini menjenguk aku?

Nostalgia Seorang Teman

April 12, 2006
src=\”https://jjswam.files.wordpress.com/2009/05/1144856560-hr-42.jpg\”

redup sinar di mata itu
dalam deru dan gelisah hati
melabuh kelam di tirai langit
dalam remang cahaya hidup

masa berlalu pasrah
mengatur langkah cekal dan sabar
menyusur jalan entah di mana hujung
mengilap pudar biar bersinar

ibarat camar meniti gelombang
merenung tajam kerdipan kejora
menyusup kelam di dingin malam
mengharung taufan mendatang

tak pernah luka
oleh cabar dan duga..!