Archive for May, 2006

Elegi Esok Pagi

May 23, 2006
src=\”https://jjswam.files.wordpress.com/2009/05/1148384582-hr-65.jpg\”

Elegi Esok Pagi

[hayatilah sayang
Lagu dan Lirik oleh Pak Ebiet G. Ade  

 

Izinkahlah, ku kucup kening mu
Bukan hanya ada, di dalam angan
Esok pagi kau buka jendela
Kan kau dapati, seikat kembang merah

Engkau tahu, aku mulai bosan
Bercumbu dengan bayang-bayang
Bantulah aku temukan diri
Menyambut pagi membuang sepi

Izinkanlah aku kenal
Sejenak perjalanan
Dan biarkan ku mengerti
Apa yang tersimpan di matamu

Barangkali, di tengah telaga
Ada tersisa butiran cinta
Dan semoga kerinduan ini
Bukan jadi mimpi di atas mimpi

Izinkanlah aku rindu
Pada hitam rambutmu
Dan biarkan ku bernyanyi
Demi hati yang risau ini

Barangkali, di tengah telaga
Ada tersisa butiran cinta
Dan semoga kerinduan ini
Bukan jadi mimpi di atas mimpi

Mimpi Sedih

May 23, 2006
src=\”https://jjswam.files.wordpress.com/2009/05/1148382234-hr-63.jpg\”

Di malam sepi aku bermimpi

Mimpi yang sedih sekali

Kau akan pergi tinggalkan diriku

Aku menangis tersedu

 

Diriku tak pernah lepas dari penderitaan

Mimpi yang kini terjadi

Kau pergi setelah aku serahkan kasih suci

Itulah nasib diriku

 

Angin meniup membisikkan kata

Yang sangat menusuk hati

Angin meniup membelai rambutku

Yang tiada berseri lagi

 

Diriku tak pernah lepas dari penderitaan

Mimpi yang kini terjadi

Kau pergi setelah aku serahkan kasih suci

Itulah nasib diriku

Tiada Lagi

May 22, 2006
src=\”https://jjswam.files.wordpress.com/2009/05/1148342252-hr-58.jpg\”

Untuk kesekian kali,

aku terjaga dikejut hampa,

menjerat angan dan impian
menggapai nyata yang kian menjauh

dihembus badai kalut

meniti puncak kesal

 

Kini,

dalam merintis sabar
pertama-tamanya aku bertanya

 

haruskah aku lari dan membuang diri
dari ketelusan yang terbina

menyelinap di celah murung panjang?

Apa? musnahkah aku

tanpa dirimu, tanpa kasihmu

 

Ah, muak aku mengulang kata

tentang cinta, tentang mimpi
tentang pengharapan

Ahh mengapa?

makin disebut makin hilang
membikin luka kian meradang

Namun,

tiada istilah di hati ini

untuk menyebut benci

tapi mengapa harus, ada dusta

untuk mengingkar rasa diri?

 

Tak mampu ku nyanyikan lagi
tentang syair, berakhir duka
tentang lagu, sumbang nadanya..

 

Tak mampu ku lukis lagi
tentang panjang sebuah lara
gambar cinta yang sudah tiada..